Numbers ID | Tempat Paling Radioaktif Di Dunia

Tempat Paling Radioaktif Di Dunia

Ditulis oleh Vincent Ricardo, Founder Numbers ID

Reaksi nuklir merupakan salah satu bentuk reaksi yang berhubungan dengan reaksi inti atom atau nucleus. Reaksi nuklir merupakan salah satu bentuk reaksi yang paling kuat, bahkan mampu menembus beberapa bahan keras. Reaksi ini memiliki sifat khas, yakni tidak dapat dirasakan langsung oleh indera manusia. Untuk mendeteksi terkenanya radiasi bisa menggunakan alat ukur radiasi seperti detector dan peralatan lain yang sifatnya menunjang. Sieverts adalah satuan ukuran yang digunakan untuk menghitung besaran radiasi zat radioaktif.

Jika kita melihat kembali ke insiden Reaktor Fukushima yang terjadi setelah peristiwa gempa di Tohoku pada tahun 2011, salah satu media Jepang menyebutkan bahwa ada seorang laki laki yang terkena radiasi nuklir dengan kisarannya kurang lebih 180 mili sieverts. Padahal sebelumnya ia hanya terkena dampak awal 90 mili sieverts (Asahi Shimbun News). Penelitian menunjukan bahwasanya apabila sesorang terpapar lebih dari 2 sieverts, orang tersebut akan langsung mati dalam waktu singkat setelah terkena paparan zat radioaktif tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana zat radioaktif dapat merusak tubuh, singkatnya ketika sebuah zat radioaktif hancur atau terurai, terbentuklah sebuah energi yang memiliki dua acara agar dapat merusak tubuh yakni baik dengan langsung membunuh sel tubuh atau radiasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya mutasi di DNA dan apabila mutasi tersebut tidak diperbaiki, sel tubuh dapat menjadi sel kanker. Namun sebenarnya, kita selalu terpapar oleh radiasi pengion (ionizing radiation), yaitu radiasi yang memiliki energi yang cukup untuk menyobek elektron dari sebuah atom. Misalnya pisang yang mengandung potassium dan potassium memang secara alamiah bersifat radioaktif. Jadi ketika kamu memakan sebuah pisang kamu akan terekspos 0.1 microsieverts.

Tentu, tidak perlu khawatir untuk memakan sebuah pisang karena 0.1 sieverts tersebut adalah dosis yang sangat tidak signifikan terhadap kesehatan manusia. Sebenarnya radiasi pengion sendiri dapat bersumber dari tanah, bebatuan, udara dan bahkan dari luar angkasa. Rata-rata pada umumnya kita terpapar 0.1 – 0.2 microsievert untuk tiap jamnya atau setara dengan mengkonsumsi satu hingga dua pisang.

Pertanyaan yang berikutnya muncul adalah di mana kah tempat paling radioaktif di dunia? Apakah Fukushima benar-benar merupakan tempat yang paling radioaktif?

Salah satu tempat yang paling populer dan dekat masyarakat Indonesia mengenai atom adalah Hiroshima karena kita sering sekali diajarkan bahwasanya adanya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki lah yang mendorong kemerdekaan kita sebagai bangsa yang berdaulat. Namun, apabila kita tinggal di Hiroshima saat ini maka kita akan hanya terpapar sekitar 0.3 microsieverts atau setara dengan tiga pisang.

Masih berhubungan dengan bom nuklir, Situs Trinity yang berada di New Mexico merupakan tempat uji coba bom nuklir pertama kali. Namun tingkat radiasi di Situs Trinity sendiri berkisar 0.8 sieverts per jam.

Tempat lainnya yang memiliki tingkat radiasi tertinggi adalah di dalam pesawat di saat penerbangan dikarenakan semakin jauh kamu dari permukaan tanah maka akan semakin sedikit pula atmosfir yang melindungi mu dari sinar kosmik. Untuk ketinggian 30 ribu kaki ke atas, rata-ratanya kamu akan terkena 3 microsieverts untuk setiap jam atau setara dengan mengkonsumsi 30 pisang.

Insiden Reaktor Nuklir Chernobyl di Ukraina pada 26 april 1986 tentu tidak bisa pula kita lupakan, Ledakan tersebut menyebarkan isotop dari zat radioaktif bukan hanya ke wilayah sekitarnya namun juga hingga masuk ke dalam Eropa. Tingkat radiasi di Chernobyl sendiri yaitu 5 microsieverts perjam atau setara dengan mengkonsumsi 50 pisang.

Kembali ke Fukushima, saat ini tingkat radiasi di kota Fukushima sendiri berkisar di sekitar 10 microsieverts untuk tiap jam atau setara dengan memakan 100 pisang. Dan diperkirakan orang-orang yang tinggal di sekitar Fukushima akan memperoleh 10 ribu microsieverts atau setara dengan 10.000 pisang untuk jangka waktu salama seumur hidupnya.

Untuk perbandingan, pekerja di reaktor nuklir Amerika pada umumnya terpapar 50.000 microsieverts akan tetapi ini lebih kecil dari pekerjaan astronot yang berada di luar angkasa selama 6 bulan yang akan menerima 60.000 microsieverts. Akan tetapi yang lebih menariknya lagi bukanlah mereka yang tinggal di Chernobyl, Fukushima atau bekerja di reaktor nuklir maupun bekerja sebagai astronot yang terpapar zat radioaktif paling tinggi.

Jadi di manakah tempat yang memiliki radiasi zat radioaktif paling tinggi di dunia?

Jawabannya adalah paru-paru perokok. Paru-paru seorang perokok rata-rata terpapar 160.000 microsieverts tiap tahunnya.

Ini dikarenakan adanya kandungan lead-210 dan polonium-210 yang mengeluarkan radiasi alpha dan gamma. Jadi seorang perokok tidak hanya mengkonsumsi zat-zat karsinogen dan zat-zat beracun bagi tubuh. Seorang perokok juga terpapar radiasi yang paling tinggi.

Educating for Diversity | Follow our social media @numbersacademy

(518)

Comments

comments